Alkisah Ada seorang Sanggha bernama Chi kung, ia sangat berbeda dengansangha lainnya yang berlatih diri dan sebagainya, malah ia banyaksekali pelanggarannya seperti makan daging dan minum arak, selain ituia memakai jubah biksu yang compang camping mirip seorang pengemisdari pada sangha, tidak seperti sangha lain yang diam di kuil dan bermeditasi, malahan ia turun ke jalan menolong umat Buddha
dalamkesusahan.Suatu saat Chi kung melihat Sebuah toko dan sipemiliknya,
Chi kungberlagak meminta sedekah kepada si pemilik toko tersebut, dia melihatsi pemilik toko adalah seorang yang pengagum Buddha Maitreya atauMilefo atau Buddha Tertawa, Chi kung mendekati si pemilik toko “Amitabha, Bisakah Saya Meminta sedekah kepada anda ?”, Si pemilik Tokodengan muka Termenyut dan terlihat Judes dan berkata Sinis danberteriak ” TIDAK ADA”. Lalu Chi kung berpura -pura keluar dari tokotersebut sambil duduk dipingiran tokonya sambil pura- pura tidur. Sipemilik Toko merasa jengkel dan kesal melihat Tingkah laku Chi kung.Diacuhkannya, sampai kemudian Sore Si pemilik toko merasa Toko nyaSepi dan Dia selalu sembayang kepada Buddha Tertawa setiap waktunya agar tokonya ramai dan bisa dikunjungi , tapi nggak ada yang mau datang.
Melihat Tingkah si Pemilik Toko, Chi kung Tertawa terbahak - bahak, Lalu si pemilik Toko merasa jengkel sama Tingkah Chi kung dan berkata” Kenapa Kamu ketawa”, lalu Chi kung berkata ” Gimana saya tidak bisatertawa, melihat diri mu, Setiap waktu kamu selalu sembayang kepadaBuddha Maitreya meminta rejeki, tapi kamu ngak pernah tau kesalahankamu sendiri. Lihat lah diri mu itu Buddha maitreya saja SelaluTerseyum dan tertawa, bagaimanapun orang hendak mencaci maki dirinya,memujinya, bahkan orang mau berkata tentang dirinya baik buruknya, iaselalu tertawa, Ketika pengunjung toko datang ketempat mu dia melihatBuddha Tertawa maka ia bisa merasa Senang, Tapi pas melihat diri musetiap kali memasang muka judes, kasar, tidak memperlihatkan wajah mu,dengan gembira, malahan bermuram Durja, bagaimana orang mau datang ketoko mu, kamu semestinya bisa belajar dari Buddha tertawa, Bagaimanapun diri mu, kamu harus tersenyum dan gembira, maka semua rejeki bisadatang kepada mu”. Ketika si pemilik toko mendengarkan darmadesanadari Chi kung, Ia kaget, dan kemudian ia mencoba tersenyum danberusaha menjadi ramah. Semenjak itu Tokonya menjadi Ramai pengunjunglagi.
Intinya adalah merasa diri bahagia walau itu berat didalam diri kita,hadapi Dengan Senyuman manis, dan merasa bahagia. Keep Smile upon U
Sumber : Dharmajala Milist - Purnama Sucipto
No comments:
Post a Comment