kuagungkan AsmaMU dengan segala kerendahan hambaMU,
akan kuasaMU,
akan karuniaMU,
akan segala nikmat2MU,
karet, tak tau apa nama latinnya. yang jelas, ne pohon menjadi salah satu komoditi perkebunan utama di kerajaanku. dan sepertinya semakin menjadi nomor wahid di sini. Kata bapakku, aku hidup dari sini sekarang. hehe, ya, aku tahu maksudnya.
“Sayur Lombok”, itulah namanya. asal muasal katanya sih dari mbahku yang berdomisili di Belitang OKU Timur Sumatera Selatan. penyebutan untuk sayur ini di sana adalah sayur lombok. Diambil dari bahasa jawa “Sayur” yang berarti yaa sayur dan “Lombok” yang berarti Cabai. jadi “Sayur Lombok” adalah Sayur Cabe. hah, sayur cabe.? ya, memang sayur cabe. tapi sayur cabe ini di campur dengan tempe yang kemudian di oseng. ada dua tipe sayur lombok, yang pertama di oseng aja/ditumis aja, yang kedua adalah diberi kuah berupa santan. sayur lombok ini paling mantap kalo makannya di campur lalapan (daun singkong rebus), sambel terasi, dan ikan asin, bagi yang suka dapat di tambah lalapan ekstra, yaitu jengkol, pete, atau kabau/njaling (entah di daerah anda apa nyebutnya). sueger banget poko’e..
^^