Wednesday, 5 May 2010

I Love U Full Himasakta part.1

Teruntuk yang tercinta,

Di Singgasana taman kehidupan

Assalamu’alaikum wr. wb.,
Kepada sang pemahat Himasakta,
Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Semoga Ia selalu menjaga hati-hati kita dari kotornya nafsu dunia. Semoga cintaNya selalu memenuhi setiap jengkal ruang di hati kita, dan semoga asmaNya senantiasa membasahi ranum bibir kita.




Apa kabar hari-harimu sahabatku..?
Bagaimana kondisi hatimu saat ini..?
Mungkin lembaran-lembaran hari-hari yang engkau lalui penuh rintangan, ujian, tantangan, kepenatan, dan lelah yang teramat sangat..
Mungkin kau terpaksa mengorbankan waktu istirahatmu yang amat sedikit, bahkan kurang..untuk merencanakan rencana-rencana besar dalam dunia keorganisasianmu. Mungkin kau harus ikhlas mengorbankan waktu sejak pagi-pagi sekali sebelum sang surya dengan sempurna menyinari bumi sampai senja menunjukkan rona merahnya atau bahkan hingga sang surya kembali menampakkan elok parasnya, hingga suntuk mengikuti meeting rutin yang tidak semua orang bisa hadir walaupun sebenarnya mereka bisa hadir namun beribu alasan dijadikan kambing hitam.

Sadarkah, betapa mulianya pengorbananmu, betapa besarnya goresan tinta emasmu dalam rumah ini. Keletihan yang amat terasa ketika larut malam menjemput. Tetesan air mata yang tanpa sadar mengalir begitu saja di pipi itu. Sadarkah, itu semua merupakan kenikmatan, hanya bagi kita yang merasakan. Lihatlah kebelakang, lihatlah apa yang telah kita kerjakan, lihatlah apa yang telah kita perbuat dalam rumah ini. Sedikit perbuatan kita di rumah ini, telah banyak membuat rumah ini semakin lebih indah, semakin elok, dan semakin sempurna. Keletihan dan tetesan air mata itu akan menjadi saksi betapa bergunanya diri kita dalam dunia, betapa tidak sia-sianya jiwa kita dalam kehidupan permulaan ini, dan semoga jiwa-jiwa ksatria itu terus berada dalam hati kita hingga kehidupan yang kekal kelak, dalam suka maupun duka, tangis dan tawa, sakit, letih, yang terus bergantian memenuhi setiap ruang hati kita. Dan jangan pernah samakan dirimu dengan orang-orang diluar sana yang hanya menyendiri, menyepi, dan selalu menyalahkan kehidupannya yang hanya mengemis nanah dunia. Karena dirimu adalah sosok yang diciptakan untuk menjadi seorang pemenang dalam kehidupan ini, bukan sebagai seorang pecundang.

Teruslah berjuang wahai saudaraku, teruslah berkarya, teruslah raih mimpi-mimpimu. Tunjukkan bahwa dirimu bukanlah orang-orang yang merugi. Tunjukkan bahwa dirimu adalah seorang ksatria yang telah siap menghadapi kemenanganmu.
Keluargamu disini akan terus mendukungmu.


2 comments:

  1. wah i love u full part 2 kapan kak????

    kak buatin puisi sii...

    hhheee...

    ReplyDelete
  2. kak hendri,,
    berkunjung ke lab matem yhhaaaa..

    ReplyDelete