Monday, 10 January 2011

Surat Untuk Kehidupanku

untuk kehidupanku,
yang selama ini menimangku dengan cinta dan keangkuhannya.
untuk kehidupanku,
yang selama ini ikut menangis dengan tawaku,
dan tertawa dengan tangisku,
walau terkadang sisi yang sama itu hadir bersamaan.
untuk kehidupanku,
atas sumbangsihnya menjadi sosok-sosok luar biasa itu.

untuk kehidupanku,
aku bukanlah orang yang baik,
akulah orang yang paling jahat itu,
aku hanya orang jahat yang tengah belajar menjadi baik.
aku bukanlah orang yang cerdas,
akulah orang yang paling bodoh itu,
aku hanya orang bodoh yang tengah belajar menjadi cerdas.
aku bukanlah orang yang bijak,
akulah orang yang bejat itu,
aku hanya orang bejat yang tengah belajar menjadi bijak.
aku bukanlah aku yang ini,
aku jarang pernah ada di hadapan kalian, kehidupanku.
bahkan nyaris tak ada.
aku hanya sosok pengecut yang tak pernah keluar dari sangkarku,
hanya terus bergumam, mencerca, dan membentak,
hampir tiap centi dinding kamar luasku.
menyanyikan hampir setiap lagu keabadian,
menyairkan hampir setiap lisan kesombongan,
karena selalu itu yang terbaik.
mungkin...entah...
bahkan jiwakupun tak mengetahui ini.

aku tak ingin anda melantukan baitku ini,
aku tak ingin anda terlalu asyik membaca ini,
dan akupun tak ingin anda menangis membaca ini.
apalah arti dari semua bahasa ini.
bahkan anda bisa segera menutup halaman ini,
dan berpindah ke account sahabat anda.
atau anda dapat dengan mudah menghancurkan kalimat ini,
atau bahkan anda bisa segera keluar dari kehidupanku.
dengan mudah. begitu saja.

untuk kehidupanku,
terima kasih atas semua cintanya selama ini,
terima kasih atas semua pelajaran yang disuguhkan selama ini,
terima kasih atas kesempatan emas yang engkau berikan,
kesempatan emas untuk mengenalmu, kehidupanmu, dan lingkunganmu.
terima kasih untuk segala penat yang terselesaikan selama ini.
maaf atas segala khilaf dan cinta selama ini,
maaf atas segala kesombongan dan keangkuhan selama ini,
maaf atas segala penampakan duniaku selama ini.
itulah aku, yang tak pernah mengerti apa arti kata aku.

ini hanya sebuah rangkuman.
dari materi kehidupanku.
ini hanya sebuah tulisan,
yang ingin ikut menyuarakan,
layaknya sang orator yang menuntut hak-haknya.
tapi hatiku yakin,
ini bukanlah segalanya,
karena hal itu tak pernah aku keluarkan selama ini,
aku tak ingin menjadi apa-apa..
walau mungkin bagi kebanyakan orang ingin menjadi ini itu.
aku tak ingin mendapatkan apa-apa,
walau mungkin kebanyakan orang mendapatkan ini itu
aku hanya mengharapkan,
lengkungan di bibir,
disetiap apapun keadaan taman-taman itu.
mungkin kehadiran kehidupanku telah banyak merugikan kehidupan yang lainnya.
menteror kehidupan yang lain,
atau mungkin mencoba membunuh kehidupan yang lain,
akupun tak pernah berfikir begitu,
karena mungkin benar omongan beberapa jiwa itu,
kehidupanku, terlalu sombong dengan semuanya.
kini aku mulai belajar, akan semuanya.
belajar untuk menjadi baik, cerdas, dan bijak.
belajar menjadi sosok yang lebih baik.
dan melahirkan jiwa-jiwa pecinta di taman kehidupanku,
dan menjadi sosok jiwa pecinta, yang mengabadikan taman itu.

2 comments:

  1. semua untuk kehidupanku... :D

    salam kenal mas...

    ReplyDelete
  2. iya..
    salam kenal juga..
    ariefien< dari baturaja.?
    mananya?

    ReplyDelete